Kuda Lumping dan Barongsang PUMALA

Kuda Lumping dan Barongsang Putra Maung Layang atau PUMALA adalah sebuah kesenian daerah yang masih eksis di jaman kekinian ini. Berbagai hempasan budaya luar terus menggempur kebudayaan daerah, membuat kebudayaan daerah sulit diterima. Tentu ini perlu keterlibatan masyarakat sekitar dan peran serta pemerintah dalam hal ini dinas pariwisata dan kebudayaan.

PUMALA kepanjangan dari Putra Maung Layang diambil dari Putra yang berarti para personil mereka adalah orang-orang manglayang. Maung berarti mereka punya ‘sima’  atau kekuatan dan Layang berarti mereka ‘makalangan’ bukan hanya pentas di daerah saja. Mereka ‘makalangan’ ke daerah lain. Kesenian ini berdiri tahun 2008 yang dimulai dengan berdirinya kesenian pencak silat.

Kuda Lumping dan Barongsang PUMALA

Untuk pencak silat sendiri, mereka menginduk kepada perguruan pencak silat Mesat Budhi Kencana. Kuda Lumping dan Barongsang PUMALA ini dipimpin oleh seorang tokoh kesenian asli Manglyang bernama Ace Koswara yang merupakan anak daerah Manglayang.

Beberapa prestasi yang sudah ditorehkan oleh PUMALA ini antara lain juara 2 se-kabupaten Bandung Barat, Juara di Cimahi, Depok, dan banyak lagi pernghargaan lainya. Lokasi atau tempat latihan mereka saat ini masih di halaman rumah pemilik yaitu dekat dengan Sukaraja Residence 2, kampung Manglayang.

Barongsay PUMALA

Selain melakukan pentas untuk kegiatan-kegiatan kejuaraan, PUMALA juga melakukan pentas untuk hajatan dan lainnya.  Berbagai hajatan sering mereka isi, antara lain seperti Pernikahan, Khitanan dan lainya. Berikut ini video wawancara penulis dengan pemilik PUMALA yaitu Ace Koswara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *